Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2018

Hidup Bahagia ala Stoic

Orang-orang Stoic percaya bahwa emosi negatif yang menghancurkan manusia berasal dari keputusan yang salah. Hal-hal tersebut dapat merusak kebahagiaan seperti marah berlebihan, panik berlebihan, sedih berlebihan, dan sebagainya. Filosofi ini berkembang di abad 3 SM sampai 3M dengan sejumlah tokoh di baliknya seperti Seneca, Epictetus dan Marcus Aurelius. Stoic mengajarkan hal yang sederhana, yaitu bagaimana kita bisa tahan banting dari segala bentuk gempuran permasalahan hidup. Stoic menekankan pada keteguhan mental baik di saat senang maupun sedih.

Secara umum, ada 4 ajaran inti Stoic:
1. Tidak ada kejadian yang baik atau buruk, yang memberikan makna adalah persepsi kita terhadap hal tersebut.
Tidak percaya? Bayangkan, kita dipecat dari pekerjaan. Sedih? Iya, sudah pasti. Coba bayangkan kejadian yang sama, namun setelah kita dipecat, kita baru tahu bahwa kantor kita terlibat korupsi yang menyeret hampir semua staf di sana. Sedih? Tentu saja tidak, justru merasa lega.

Dari contoh di atas…