Friday, June 29, 2018

Galeri Foto: Sesi Outbound - Tim Multimedia GBI Daan Mogot

Tim Multimedia GBI Daan Mogot yang mayoritas anak muda ini adalah pahlawan di belakang layar. Mereka memastikan peralatan multimedia, mulai dari sound system, projector dan layar, sampai rekaman berjalan lancar sehingga ibadah berjalan lancar. Bertempat di Hotel Santa Monica Resort Pancawati, senang mendapat kesempatan untuk mendampingi tim yang luar biasa ini. Kesatuan tim, semangat melayani, motivasi untuk melangkah dan break our limits adalah tujuan kegiatan ini.










Friday, June 22, 2018

Cara Mudah untuk Sehat: MEMAAFKAN



Sebuah penelitian dilakukan di Universitas California, San Diego, AS dengan melibatkan 200 orang. Mereka diminta untuk memikirkan sebuah pengalaman dicurangi atau dikecewakan atau dikhianati oleh sahabat mereka. Kemudian mereka dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 100 orang. Kelompok pertama diinstruksikan untuk memikirkan bagaimana hal itu memicu mereka untuk marah. Sedangkan kelompok kedua diminta dan didorong untuk untuk memaafkan.

Setelah itu mereka diberi pengalih pikiran selama lima menit. Kemudian mereka diberikan kebebasan untuk boleh memikirkan kembali peristiwa tidak mengenakkan tersebut dengan cara masing-masing. Hasilnya, kelompok yang marah mengalami kenaikan tekanan darah pada sesi pertama dan efeknya tetap terlihat meski mereka sudah diberi pengalih untuk lebih tenang. Sedangkan kelompok yang memaafkan lebih tenang dan bahagia.

Poin apa yang mau disampaikan dari eksperimen di atas? Sederhana, memaafkan.

Beberapa sumber yang terpercaya mengatakan bahwa memaafkan itu sangat bagus untuk kesehatan. Resiko penyakit berat dan mematikan seperti jantung, stroke, bahkan kanker hampir bisa dipastikan tidak akan mendekati orang-orang yang mudah memaafkan. Berbicara mengenai kanker, saya pernah dengar kesaksian dari seorang rekan yang punya teman kena kanker. Teman ini secara medis sudah tidak bisa disembuhkan dan divonis hanya akan hidup dalam hitungan bulan. Kebetulan ada rekan lain yang mempelajari sebuah teori bahwa dalam banyak kasus, kanker sebenarnya dipicu oleh emosi negatif yang tertahan di dalam tubuh. Oleh rekan ini ditelusuri, dan benar bahwa selama ini dia masih menyimpan dendam dengan seseorang. Karena menyangkut hidup-mati dan akan menuju ke mana setelahnya, teman ini disarankan untuk melepaskan maaf. Hasilnya, sebuah mukjizat. Teman ini berangsur sembuh, sampai kankernya lenyap. Tidak bisa dijelaskan secara medis. Dan sekarang dia bisa beraktivitas normal, mematahkan vonis dari dokter.

Orang yang mudah dalam memberikan maaf diyakini memiliki imunitas tubuh yang lebih baik, tekanan darah stabil, kecemasan dan depresi berkurang, tenang secara pikiran dan emosi, dan juga membuat tidur lebih nyenyak.

Sebaliknya, orang yang sulit memaafkan –terlebih yang sampai pada tingkat memendam kemarahan– resikonya bertolak belakang dengan orang yang mudah memaafkan. Mereka diyakini rentan menderita banyak penyakit, dari ringan sampai kronis tentunya. Selain itu, hidup mereka juga tidak tenang, karena selalu saja ada hal yang membuat mereka mudah cemas, takut, dan kuatir, yang efeknya membuat mereka mudah tersinggung dan marah. Dalam pergaulan mereka juga pasti dihindari, pasalnya pasti tidak banyak dari kita yang mau dekat dengan seorang pemarah bukan?

* * *

Bertepatan dengan momen lebaran, kiranya ucapan ‘mohon maaf lahir dan batin’ bukan sekadar kelatahan semata karena memang sudah begitu adanya. Semoga permohonan maaf yang disampaikan di hari yang fitri ini benar-benar tulus keluar dari hati. Dan kita yang menerima permintaan maaf itu juga sungguh-sungguh memberikan maaf dengan ikhlas. Karena dengan demikian, semangat kemenangan pastilah akan menjadi lebih indah dan semarak. Dan di atas semuanya, jadikanlah memaafkan sebagai sebuah gaya hidup bersama. Mau?

-Hendri Bun
bun.hendri@gmail.com - www.bunhendri.com

Thursday, June 7, 2018

Seri Presentasi Itu Gampang: Semua Berawal dari Definisi



"Kalau Anda meringkus proses melakukan presentasi menjadi 1 kata, apakah itu?"

Pertanyaan ini selalu saya ajukan saat memandu kelas Presentation Skill. Kadang saya menggunakan alat bantu berupa kartu Points of You untuk memancing peserta dalam menemukan jawabannya. Tentu sebelum peserta menjawab, saya memberikan contoh. Dan kartu yang selalu saya pilih adalah kartu dengan gambar (yang saya tafsirkan menurut view saya) orang memberikan sesuatu (makanan/buah) kepada orang lain. Meskipun tulisan di sana "PASSION", saya lebih memaknai gambarnya sebagai kesempatan bagi saya untuk SHARING sesuatu.

Waktu pertama kali saya diminta untuk melakukan presentasi, saya mengalami syndrom gugup yang ditandai dengan gelisah, tidur tidak nyenyak, mules, dan keringat dingin. Saya sangat tidak percaya diri. Kenapa bisa begitu? Karena saya mendefinisikan presentasi sebagai sesuatu yang berat. Saya mendefinisikan presentasi sebagai momen di mana saya harus berdiri dan menjelaskan sesuatu di depan orang banyak. Sungguh, itu momen yang horor kawan. Membayangkan tatapan seram audiens yang kadang berlanjut (kalau ada) pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, it's a nightmare!

Kejadian di atas berulang dan berulang dan berulang, sampai suatu saat saya menemukan kata ganti untuk presentasi. Apa itu? SHARING.

Eureka! Definisi ini lebih ramah di pikiran saya. Melakukan sharing saya artikan sebagai kesempatan bagi saya untuk menceritakan sesuatu yang saya kuasai (seolah-olah) kepada teman. Sharing artinya saya memberikan sesuatu kepada lawan bicara saya. Sharing artinya saya menyumbangkan pikiran tertentu kepada audiens saya. Sharing artinya saya melengkapi puzzle yang belum lengkap dalam pikiran partner saya. Dengan definisi seperti itu, saya menjadi percaya diri dan itu berlanjut dan permanen.

Kejelasan kita akan sesuatu membuat kita percaya diri dalam melakukannya. Definisi yang jelas akan sesuatu membuat kita mantap dalam bertindak. So, kalau Anda saat ini masih memiliki rasa tidak percaya diri dalam melakukan presentasi, hayuk temukan definisi yang lebih ramah. Niscaya Anda akan berani untuk mengatakan bahwa Melakukan Presentasi itu adalah Gampang. Setuju?

Salam #Yaksip
-Hendri Bun
bun.hendri@gmail.com; www.bunhendri.com

Radio Talk: Buying Shopping Disorder - Heartline Network

Radio talk perdana di tahun 2020. Mengambil tema Buying Shopping Disorder, 'kecanduan' belanja yang patut kita waspadai, terutama ba...