Thursday, February 28, 2019

Ketika Era Revolusi Industri 4.0 Datang ...



Paul Stoltz dalam bukunya yang berjudul Adversity Quotient (Kecerdasan Mengatasi Kesulitan) membagi orang dalam 3 kategori besar. Kelompok pertama adalah Quitters dengan total populasi sekitar 10%. Kelompok kedua adalah kelompok mayoritas sebesar 87% yang disebut Campers. Dan kelompok ketiga adalah Climbers dengan populasi hanya 3%.

Menarik untuk disimak adalah bagaimana respon masing-masing kelompok saat ada perubahan?

Ketika perubahan hadir, maka kelompok Quitters akan menolak untuk berubah, melawan arahan, lari dari tanggungjawab, serta menghindari perubahan. Mereka akan berdalih dengan kata-kata seperti tidak dapat, tidak mau, mustahil, caranya memang selalu begini, saya terlalu tua/muda, saya bisa kalau saya mau, dan sejenisnya.

Kelompok Campers memiliki respon yang lebih baik. Mereka akan menahan diri dan mengambil posisi wait and see terhadap perubahan. Ketika ada perubahan yang radikal, mereka paling mentok menjadi peserta pasif, bukan pemrakarsa.

Climbers adalah kelompok yang merespon perubahan dengan bersemangat serta terlibat aktif. Bahasa yang kerap keluar dari kelompok ini adalah jangan lari/hadapi, selalu ada jalan, mari kita coba dulu, sulit bukan mustahil, dan sejenisnya. Kelompok inilah yang menurut Stoltz, dalam konteks perubahan, adalah para agen perubahan (change agent).


Kawan, dunia sekarang sudah berubah begitu cepat. Revolusi Industri 4.0 membuat semua orang gamang dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi di masa depan. Namun demikian, pilihan tetap ada di tangan kita. Mau menjadi kelompok Quitters, Campers atau Climbers?

-Hendri Bun
#AdversityQuotient
#IndustrialRevolution4.0
#RevolusiIndustri4.0 - Revolusi Industri 4.0
#MitraPembelajar
#HendriBun
#TrainingSDM - Training SDM
#PelatihanSDM - Pelatihan SDM

Monday, February 18, 2019

Galeri Foto: Strategi Ampuh dalam Rekrutmen - Forum HRD Honda Jakarta Center (IMORA)

Mendapat kesempatan untuk sharing dalam Forum HRD Honda Jakarta Center (IMORA) adalah sebuah kehormatan. Ini adalah kali ketiga mendapat kesempatan ini. Terima kasih sebelumnya atas kepercayaannya.



Pertama kali saya diminta untuk bicara tentang MBTI. Sebuah tools yang bagus untuk profiling team dan meningkatkan kerjasama tim. Termasuk di dalamnya adalah merekrut dan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat.



Kali kedua adalah kesempatan sharing tentang Menangani Karyawan yang Sulit. Dan kesempatan ketiga adalah bagaimana membuat strategi sehingga proses rekrutmen bisa berjalan dengan baik.


Apabila organisasi/perusahaan Anda membutuhkan training atau pelatihan dengan tema serupa ataupun ada kebutuhan training SDM atau pelatihan SDM lainnya, silakan WA saya di 0815 8963 889.

.
.
#MitraPembelajar
#HendriBun
#TrainingSDM - Training SDM
#PelatihanSDM - Pelatihan SDM

Monday, February 4, 2019

Ko Nyian



Istilah ko nyian lazim digunakan oleh orang khek. Bahasa mandarin menyebutnya xin nien, Indonesia menjadi tahun baru imlek, dan kata yang paling sering digunakan adalah sin cia. Diterjemahkan secara harafiah ko = lewat; nyian = tahun. Jadi artinya kira-kira melewati tahun yang sudah lalu dan memasuki tahun yang baru.

Tapi tahukah Anda dengan pengertian sebenarnya dari ko nyian.

Konon, beribu-ribu tahun yang lalu di negeri tirai bambu, Tiongkok, ada sejenis binatang raksasa buas yang disebut orang sebagai 'nien'. Ada yang menggambarkan binatang ini sebagai seekor naga yang besar, kejam, dan menakutkan. Nien ini melewati sepanjang tahun dengan tidur, dan hanya bangun pas satu hari sebelum pergantian tahun kalender imlek. Untuk apa nien ini bangun? Lapar.

Salah satu makanan kesukaan nien adalah manusia. Makanya, di zaman dulu orang-orang selalu ketakutan bila melewati malam itu. Suatu saat, nien ini sedang mengincar mangsanya. Karena takut, mangsa tersebut bersembunyi di dapur, dan dengan tidak sengaja menyenggol rak piring-gelas-panci sehingga jatuh dan menimbulkan suara yang sangat bising. Nien terkejut ... singkat cerita nien pun melarikan diri dan tidak jadi memangsa orang ini. Rupanya, salah satu hal yang paling dibenci dan juga ditakuti oleh nien ini adalah suara bising.

Cerita ini pun beredar ... dan penduduk menyimpulkan bahwa untuk mengusir nien ini gampang, cuma membuat suara gaduh dan bising. Sejak itu, ketika malam menjelang tahun baru imlek, orang-orang selalu beramai-ramai memukul panci, drum, dan benda-benda lain yang menimbulkan keramaian dengan tujuan mencegah dan mengusir kedatangan nien ini. Dan seiring perkembangan zaman, muncullah yang namanya mercon atau petasan.

Nah ... setelah orang-orang berhasil melewati malam itu tanpa dimangsa nien, paginya beramai-ramai mereka keluar dari rumah, dan berkumpul sambil menyapa selamat, sudah 'ko nien [ko nyian]', yang artinya selamat, sudah lolos dari marabahaya, maut, kematian, dan nien.


* * *


Aku ingat peristiwa yang sudah terjadi kira-kira 12 tahun yang lalu. Saat itu aku dan istri naik motor mau pulang ke rumah. Di satu titik, karena ada bis melintas terlalu pinggir, aku arahkan motorku ke bahu jalan tanah yang berlubang. Ketika aku berhasil mendahului bis tersebut, aku mencoba membelokkan motor kembali ke aspal. Karena jalan yang beraspal lebih tinggi, motorku tergelincir, dan hampir jatuh. Aku udah pasrah, yah ... kali ini jatuh deh.

Istri juga udah panik sambil teriak 'Ya Tuhan ...'. Di dalam kepasrahanku, tiba-tiba ada tenaga atau tepatnya tangan tak terlihat yang menuntun motor kami hingga tegak kembali, dan ada suara yang berbisik, 'lepaskan gas dan rem tangan ... dan tetaplah tenang'. Aku seperti mendapat tenaga baru, dan ajaib sekali ... aku bisa mengendalikan motorku dan selamat. Dalam hatiku berkata ... terima kasih Tuhan, Engkau masih menjaga aku dan keluargaku.

Pengalaman-pengalaman seperti itu bukan hanya terjadi sekali dua kali. Waktu kecil aku juga pernah mengalami hal yang persis. Waktu itu aku mencoba nakal bersama teman-teman nebeng mobil terbuka. Aku adalah orang yang paling telat naik. Saat belum siap 100%, mobil tersebut tancap gas sehingga aku tertarik ke belakang dan hampir jatuh terpelanting. Aku pasrah. Dalam benakku kalau jatuh yah jatuh deh... Namun, ada keajaiban. Entah dari mana ada tenaga yang menarikku sehingga aku bisa pegangan, dan dengan bantuan teman-teman mereka pun menarikku... selamat.


* * *

Ko nyian tidaklah selalu kita rayakan dan lewati setahun sekali. Tetapi setiap hari kita melewatinya. Dengan bisa beraktivitas, melewati waktu, jam ke jam, hari demi hari dengan selamat dalam pimpinanNya, itu juga ko nyian ... Setuju? Yaksip!
.
.
#HendriBun
#KoNyian
#ChineseNewYear

Radio Talk: Buying Shopping Disorder - Heartline Network

Radio talk perdana di tahun 2020. Mengambil tema Buying Shopping Disorder, 'kecanduan' belanja yang patut kita waspadai, terutama ba...